Bagi kami, para PJKA-ers, yang pulang kampong jumat malam, lalu minggu malam sudah kembali ke ibukota, perjalanan jauh menggunakan kereta api tentu terasa melelahkan. Beberapa dari kami memilih tidur beralaskan Koran atau kardus di lantai kereta, demi menjaga kesegaran ketika sampai di tempat tujuan. Tapi bagi beberapa orang yang enggan tidur di bawah, dengan beragam alasan, tidur di kursinya masing-masing menjadi pilihan. Struktur kursi kereta bagi saya terasa kurang nyaman. Terlalu lurus ke atas. Untuk mengatasi hal tersebut, saya memilih untuk menggunakan bantal leher agar bias nyaman ketika tidur di kursi kereta.
Ternyata bantal leher ini beragam bentuk dan motifnya. Ada yang permanen, maupun tiup. Yang permanen harganya biasanya lebih mahal dari bantal tiup. Bagi saya sendiri, bantal leher yang permanen lebih nyaman, tentu yang harganya di atas 80ribuan. Aktivitas pulang pergi ini menjadi pilihan bagi kami agar dapat lebih sering bertemu keluarga di kampong halaman. Suasana ibukota yang kurang nyaman bagi tumbuh kembang anak, membuat kami memilih untuk membesarkan anak kami di daerah masing-masing. Tentu bagi beberapa rekan kami, mungkin ada alasan lain selain itu.
Salam PJKA!

0 komentar:
Posting Komentar